081218999380 info@warungsamsat.com

TANGERANG – Kasus polisi yang menendang pemotor RX King di Tangerang membuat Unit Ranmor Satreskim Polresta Tangerang menyelidiki kasus jual beli motor hasil curian melalui sistem online.

Hal tersebut diungkap saat AP (20), pengendara motor RX King terjaring razia dan tidak dapat menunjukan surat resmi. AP juga berusaha untuk melarikan diri sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa motor yang dikendari olehnya merupakan hasil tindak kejahatan.

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif menjelaskan, AP mengakui motor tersebut dibeli secara online. Sehingga AP bisa ditetapkan sebagai tersangka penadah hasil curian.

“Kami sudah melakukan pendalaman dan dipastikan itu adalah motor bodong yang diduga kuat hasil kejahatan” ujar Sabilul, Senin (2/9/2019).

 

Saat ini sudah dibentuk tim khusus yang akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui jaringan para pelaku dan membongkar sindikat jual beli motor curian. Tim tersebut akan bergerak dengan mengembangkan keterangan dari para pelaku yang sudah ditangkap dan memanfaatkan informasi dari jaringan media sosial.

Sabilul kemudian meminta masyarakat untuk berhati-hati saat membeli kendaraan. Masyarakat harus memastikan apakah kendaraan yang akan dibeli sudah dilengkapi dengan surat resmi dari kepolisian. Terlebih lagi kendaraan yang dijual dengan harga jauh di bawah standar.

“Pastikan ada surat resmi, dan pastikan juga suratnya itu asli atau palsu. Apalagi kendaraan yang dijual dengan harga sangat murah. Kalau ragu, bisa diperiksa ke kantor Samsat terdekat,” tutur Sabilul.

Motor RX King ditendang polisi (Foto: Instagram)

WhatsApp Kami